Milenial adalah masa depan media. Merekalah yang akan membangun masa depan yang berkelanjutan bagi industri kreatif.
Generasi Milenial tidak hanya tentang apa yang mereka konsumsi, tetapi juga tentang bagaimana mereka membuat dan berbagi konten. Mereka ingin menjadi bagian dari proses dari awal hingga akhir, dan itu termasuk produksi dan distribusi.
Milenial lebih cenderung menggunakan media sosial dibandingkan dengan generasi lain sebagai platform kreativitas. Mayoritas milenial yang disurvei dalam penelitian ini melaporkan bahwa mereka menggunakan media sosial sebagai platform untuk kreativitas mereka, sedangkan hanya 37% Generasi X dan 27% Baby Boomer yang mengatakan hal yang sama.
Bagaimana Generasi Milenial Mengubah Dunia Media & Hiburan
Milenial adalah masa depan media. Merekalah yang akan membangun masa depan yang pada bercerita atau mengeksplorasi pengalaman kehidupan nyata dari kelompok usia ini. Misalnya, American Beauty berfokus pada bagaimana obsesi masyarakat terhadap kecantikan menyebabkan segala macamberkelanjutan bagi industri kreatif. Mereka telah mengambil alih dunia, dan mereka tidak akan berhenti dalam waktu dekat.
Milenial adalah generasi yang paling terhubung dengan teknologi, dan ini memiliki pro dan kontra. Industri film online sedang booming dengan milenium karena cara mereka lebih suka mengonsumsi konten. Ini telah menghasilkan beberapa film hebat serta beberapa yang sangat buruk yang telah dirilis secara eksklusif di Netflix atau YouTube, seperti Bird Box atau Cloverfield Paradox.

Peran Milenial di Era Digital. Energi & Sumber Daya
Pada masa pandemi Covid-19, ekonomi digital Indonesia tumbuh sebesar 11% pada 2020 dibandingkan tahun lalu. Angka ini merupakan yang tertinggi dibandingkan Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Hal ini disebabkan oleh perubahan perilaku masyarakat selama pandemi. Orang yang lebih aktif di rumah lebih memilih untuk melakukan contact economy, seperti belanja online dan tugas kerja melalui pertemuan virtual. Covid-19 juga meningkatkan konsumsi produk kesehatan dan kekebalan.
Perubahan kebiasaan konsumsi masyarakat juga mendorong UKM yang dulunya menggunakan cara tradisional beradaptasi dengan e-commerce. Bahkan setiap seperlima operator yang aktif berjualan di toko online adalah pengguna baru.
Untuk menjadi yang terbaik dalam mengembangkan ekonomi digital Indonesia, berbagai tantangan harus dihadapi, antara lain infrastruktur, SDM digital, regulasi.
Berdasarkan laporan World Competitiveness Centre of the International Institute for Management Development (IIMD) 2020, Indonesia menempati peringkat ke-5 dalam kesiapan talenta digital untuk transformasi digital, jauh di depan Singapura dan di belakang Malaysia. urutan ke-18.
Edwin melanjutkan, “Makanya mahasiswa perlu berpartisipasi di era digital sebagai milenial, yaitu milenial sebagai talenta digital, wirausahawan dan potensi pasar dalam negeri.”
Pada saat yang sama, pemerintah mempersiapkan dan mengembangkan ekonomi digital dengan mendukung sumber daya manusia (digital), memperkuat ekosistem startup untuk mendukung wirausaha digital, dan meningkatkan konektivitas sebagai tulang punggung ekonomi digital. Langkah lain yang tak kalah pentingnya adalah membuat berbagai inisiatif, kebijakan, dan regulasi pembangunan.